Apa itu anak indigo ( Indigo Child ) Kata indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti warna nila. Maksudnya aura yang dimiliki oleh...
Apa itu anak indigo ( Indigo Child )
Kata indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti warna nila. Maksudnya aura yang dimiliki oleh anak-anak indigo berwarna nila, berbeda dengan manusia kebanyakan yang auranya berwarnya biru atau ungu.
Anak Indigo memiliki ketajaman intuisi karena dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, yaitu auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo.
Konsep Indigo
Pengertian indigo berasal dari bahsa Spanyol, yang artinya nila, campuran warna biru dan ungu. Dalam literatur Yoga, cakra keenam warna energi indigo atau nila bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman peraaan (feeling) untuk hal-hal abstrak, seperti: berpikir cepat. Istilah indigo pertama kali ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.
Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr McGreggor di San Diego University. Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980.
Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata. Warna itu bisa dilihat dengan foto kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti video aura. Dengan Aura Video Station atau ESP (Ekstra Sensory Perception) aura seseorang akan terlihat semakin jelas. “Tes itu valid, bisa dibuktikan kebenarannya,” ungkap Edi, dosen lulusan Psikologi UNNES.
Indigo adalah sebutan bagi anak-anak yang secara fisik normal namun secara mental memilki kemampuan yang luar biasa. Kemampuan yang mereka miliki beragam, seperti Annisa Rania Puteri, gadis berusia 9 tahun mampu berbahasa Inggris dengan dialek Amerika dengan lancar sejak berusia 2,5 tahun padahal orang tuanya tidak memiliki kemampuan cukup berbahasa asing. Dalam psikologi perkembangan, perkembangan bahasa anak dibagi menjadi 3, yaitu usia 0-1 dinamakan pre linguistik, usia 2-5 tahun dinamakan linguistik, serta usia 5-dewasa dinamakan pemantapan bahasa. Perkembangan bahasa anak yang berusia 2-3 tahun umumnya masih dalam tahap imitasi atau meniru.
Kata-kata yang dikuasai berkisar 200-900 kata. Ada juga Vincent Liong Christian, mahasiswa semester 5 fakultas psikologi UNIKA Atma Jaya, sejak SD telah menulis artikel psikologi dan spiritual. Bahkan tulisannya sudah ada yang dibukukan, yakni Berlindung di Bawah Payung yang diterbitkan oleh Grasindo tahun 2001. Ditemui di sela-sela kesibukannya Drs. Abdul wahib, M.Ag mengungkapkan bahwa anak indigo umumnya memiliki ciri-ciri seperti berkemampuan lebih serta peka. Edi, dosen Psikologi UNIKA Soegijapranata menambahkan ciri-ciri yang lain, seperti: ambisius dan tidak mau terikat system.
Asal Pengetahuan
Persoalan yang muncul kemudian adalah “Bagaimana mungkin anak usia 9 tahun bisa berpikir dewasa?Bagaimana mungkin anak usia 2,5 tahun bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar padahal masih kecil?Darimana pengetahuan mereka?Memang kemampuan mereka yang ujug-ujug menjadi pertanyaan tersendiri. Saat ini jawabannya memang belum diketemukan. Dosen psikologi UNIKA Soegijapranoto menuturkan bahwa sejauh ini psikologi hanya bisa menjawab bahwa asal pengetahuan anak indigo adalah given dan talent. Hal ini juga diamini oleh Ouys Akkhoroni, lulusan Psikologi UNIKA Soegijapranata yang menyatakan bahwa kemampuan indigo berasal dari given (anugrah).
Sebagian besar masyarakat sering menganggap indigo adalah istilah baru dari anak berbakat. Barbara Condron, penulis buku How to raise an indigo child menyatakan bahwa untuk sebagian besar kasus, indigo memang sama dengan anak berbakat, dari segi sosial, intelektual, minat, serta keterampilan akademis. Berbeda dengan pernyataan Ouys Akkhoroni bahwa anak indigo pasti berbakat dan anak berbakat belum tentu indigo. Dari pernyataan di atas dapat ditarik benang merah bahwa antara indigo dan berbakat memiliki korelasi yang sama dari segi intelegensia meskipun berbeda cara pemerolehannya. Jika dibenturkan dengan multiple intelligencenya Howard Gardner maka anak berbakat masuk dalam delapan kecerdasan majemuk, sedangkan anak indigo di luar delapan kecerdasan tersebut. “Indigo itu ya di luar delapan kecerdasan,”tutur Wahyudi, M. Pd, dosen psikologi fakultas tarbiyah IAIN Walisongo.
Lingkungan sebagai tempat tumbuh kembangnya individu berperan penting dalam pengoptimalan keindigoan seseorang. Hal ini dibenarkan oleh Wahyudi, M Pd, dosen fakultas tarbiyah IAIN Walisongo yang mengatakan “Keindigoan seseorang itu bisa dioptimalkan melalui lingkungan.” Seorang filosof Inggris abad ke-17, John Locke (1632-1704) menyatakan bahwa pengalaman dan lingkungan mempengaruhi perkembangan anak. Konsep ini sering dikenal dengan istilah Tabularasa (blank slate). Artinya anak ketika dilahirkan adalah ibarat secarik kertas yang masih kosong, dimana bentuk dan corak kertas tersebut nantinya sangat ditentukan oleh bagaimana kertas itu ditulisi. Jika lingkungan anak positif, maka ia akan berkembang dengan baik. Begitu juga sebaliknya, jika lingkungan anak negative, maka ia akan berkembang kea rah yang buruk. “Anak indigo khan umumnya menentang otoritas, jika lingkungan tetap memaksanya, ia akan frustasi,” tambah Edi. Selain pengaruh lingkungan, ada beberapa keterampilan hidup yang penting dalam mengelola kecerdasan anak indigo, diantaranya: imajinasi, mendengarkan, daya ingat, napas, pertimbangan, intuisi, perhatian, serta konsentrasi. (Barbara; 2005)
Saat ini, kontroversi mengenai indigo masih hangat diperbincangkan. Demikian pernyataan yang disampaikan Edi, dosen psikologi UNIKA Soegijapranata di sela-sela wawancara. Lebih lanjut beliau mengemukakan beberapa alasan, diantaranya: dari perspektif medis di Indonesia yang dikemukakan oleh dr. Soewadi, dokter di RS Sardjito Yogyakarta bahwa indigo merupakan kelainan otak. “Selain itu dari psikologi konvensional, konsep indigo belum bisa diterima,”tambah beliau.
Indigo bukanlah suatu cap untuk membatasi ruang gerak seseorang. Anak indigo tidak perlu diperlakukan secara istimewa, meskipun orang tua harus melakukan pengawasan secara intensif. Drs Wahib, dosen psiologi IAIN Walisongo mengatakan, “Anak indigo itu ya normal, diperlakukan biasa ajalah, ya sekolah kaya’ biasa” Berbeda dengan Edi yang menyatakan “Kalau bisa ya ada sekolah khusus indigo, kaya’ di Amerika ada Indigo Child Institute.” Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa anak indigo harus mendapat ruang tersendiri agar nantinya ia bisa berkembang. Dalam hal ini pendidikan informal sangat dibutuhkan untuk memahami anak indigo, karena keluarga sebagai tempat awal berkomunikasi yang efektif. Orang tua harus berpartisipasi aktif, seperti saling berdiskusi sebelum melakukan sesuatu dan mengenal potensi anak lebih jauh sehingga anak indigo dapat tumbuh dengan baik.
AURA & INDIGO
Aura secara umum adalah sebuah getaran energi yg menyelebungi seluruh tubuh manusia. Kalau dibayangkan, aura seperti lapisan atmosfer yang menyelimuti tubuh manusia. Aura pun berlapis-lapis. Secara umum dikenal ada lapisan astral,mental,dan spiritual. Anak indigo adalah anak yang memiliki aura dominan indigo biru keunguan.
Untuk mengetahui apa warna sinar elektromagnetik yang dikenal sebagai aura, kini orang tidak perlu menunggu sampai mempunyai kemampuan ESP (Ektra Sensory Perception) yang dikenal juga dengan istilah "mata ketiga". Di Jakarta sudah ada mesin foto aura generasi akhir yang disebut Aura Video Station.
10 CIRI ANAK INDIGO (Jan Tobler;di pengantar buku The Care and Feeding of Indigo Children)
Virtue (dalam Carrol dan Tober, 1999) menyatakan bahwa anak indigo memiliki kecerdasan yang tinggi,
namun dengan kreativitas yang terhambat.
Berikut ciri-ciri anak berbakat yang Indigo :
1. Memiliki sensitivitas tinggi
2. Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebih-lebihan
3. Mudah sekali bosan
4. Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis
5. Memiliki gaya belajar tertentu
6. Mudah frustrasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya
7. Suka bereksplorasi
8. Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya
9. Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain.
10. Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.
10 ATRIBUT ANAK INDIGO ( Carol dan Tober)
anak-anak Indigo memiliki :
1. Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi.
2. Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.
3. Mereka menganggap bahwa dirinya bukanlah yang utama; seringkali menyampaikan jati dirinya kepada orang tuanya.
4. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan
5. Mereka enggan melakukan hal yang tidak pasti, seperti menunggu.
6. Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.
7. Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah,
sehingga menimbulkan kesan 'non konformistis' terhadap sistem yang berlaku
8. Mereka tampak anti sosial dan terasing kecuali berada dalam lingkungan sesama indigo.
Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi.
9. Mereka tidak akan menanggapi disiplin yang salah.
10. Mereka tidak sungkan untuk meminta apa yang dibutuhkannya
TIPE ANAK INDIGO
Ada 4 macam anak indigo (Nancy Tappe, dalam Carrol dan Tober, 1999) :
Humanis
Anak indigo tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir mereka di masa datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku yang menonjol saat ini adalah hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat yang kokoh.
Konseptual
Anak indigo tipe ini lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir mereka di masa depan adalah sebagai arstiek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku yang menonjol adalah suka mengontrol perilaku orang lain.
Artis
Anak indigo tipe ini menyukai pekerjaan di bidang seni. Perilaku yang menonjol adalah sensitif, dan kreatif.
Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat mereka terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.
Interdimensional.
Anak indigo tipe ini di masa yang akan datang akan menjadi seorang filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun kepada mereka karena mereka sudah mengetahuinya.
Kata indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti warna nila. Maksudnya aura yang dimiliki oleh anak-anak indigo berwarna nila, berbeda dengan manusia kebanyakan yang auranya berwarnya biru atau ungu.
Anak Indigo memiliki ketajaman intuisi karena dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, yaitu auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo.
Konsep Indigo
Pengertian indigo berasal dari bahsa Spanyol, yang artinya nila, campuran warna biru dan ungu. Dalam literatur Yoga, cakra keenam warna energi indigo atau nila bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman peraaan (feeling) untuk hal-hal abstrak, seperti: berpikir cepat. Istilah indigo pertama kali ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.
Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr McGreggor di San Diego University. Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980.
Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata. Warna itu bisa dilihat dengan foto kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti video aura. Dengan Aura Video Station atau ESP (Ekstra Sensory Perception) aura seseorang akan terlihat semakin jelas. “Tes itu valid, bisa dibuktikan kebenarannya,” ungkap Edi, dosen lulusan Psikologi UNNES.
Indigo adalah sebutan bagi anak-anak yang secara fisik normal namun secara mental memilki kemampuan yang luar biasa. Kemampuan yang mereka miliki beragam, seperti Annisa Rania Puteri, gadis berusia 9 tahun mampu berbahasa Inggris dengan dialek Amerika dengan lancar sejak berusia 2,5 tahun padahal orang tuanya tidak memiliki kemampuan cukup berbahasa asing. Dalam psikologi perkembangan, perkembangan bahasa anak dibagi menjadi 3, yaitu usia 0-1 dinamakan pre linguistik, usia 2-5 tahun dinamakan linguistik, serta usia 5-dewasa dinamakan pemantapan bahasa. Perkembangan bahasa anak yang berusia 2-3 tahun umumnya masih dalam tahap imitasi atau meniru.
Kata-kata yang dikuasai berkisar 200-900 kata. Ada juga Vincent Liong Christian, mahasiswa semester 5 fakultas psikologi UNIKA Atma Jaya, sejak SD telah menulis artikel psikologi dan spiritual. Bahkan tulisannya sudah ada yang dibukukan, yakni Berlindung di Bawah Payung yang diterbitkan oleh Grasindo tahun 2001. Ditemui di sela-sela kesibukannya Drs. Abdul wahib, M.Ag mengungkapkan bahwa anak indigo umumnya memiliki ciri-ciri seperti berkemampuan lebih serta peka. Edi, dosen Psikologi UNIKA Soegijapranata menambahkan ciri-ciri yang lain, seperti: ambisius dan tidak mau terikat system.
Asal Pengetahuan
Persoalan yang muncul kemudian adalah “Bagaimana mungkin anak usia 9 tahun bisa berpikir dewasa?Bagaimana mungkin anak usia 2,5 tahun bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar padahal masih kecil?Darimana pengetahuan mereka?Memang kemampuan mereka yang ujug-ujug menjadi pertanyaan tersendiri. Saat ini jawabannya memang belum diketemukan. Dosen psikologi UNIKA Soegijapranoto menuturkan bahwa sejauh ini psikologi hanya bisa menjawab bahwa asal pengetahuan anak indigo adalah given dan talent. Hal ini juga diamini oleh Ouys Akkhoroni, lulusan Psikologi UNIKA Soegijapranata yang menyatakan bahwa kemampuan indigo berasal dari given (anugrah).
Sebagian besar masyarakat sering menganggap indigo adalah istilah baru dari anak berbakat. Barbara Condron, penulis buku How to raise an indigo child menyatakan bahwa untuk sebagian besar kasus, indigo memang sama dengan anak berbakat, dari segi sosial, intelektual, minat, serta keterampilan akademis. Berbeda dengan pernyataan Ouys Akkhoroni bahwa anak indigo pasti berbakat dan anak berbakat belum tentu indigo. Dari pernyataan di atas dapat ditarik benang merah bahwa antara indigo dan berbakat memiliki korelasi yang sama dari segi intelegensia meskipun berbeda cara pemerolehannya. Jika dibenturkan dengan multiple intelligencenya Howard Gardner maka anak berbakat masuk dalam delapan kecerdasan majemuk, sedangkan anak indigo di luar delapan kecerdasan tersebut. “Indigo itu ya di luar delapan kecerdasan,”tutur Wahyudi, M. Pd, dosen psikologi fakultas tarbiyah IAIN Walisongo.
Lingkungan sebagai tempat tumbuh kembangnya individu berperan penting dalam pengoptimalan keindigoan seseorang. Hal ini dibenarkan oleh Wahyudi, M Pd, dosen fakultas tarbiyah IAIN Walisongo yang mengatakan “Keindigoan seseorang itu bisa dioptimalkan melalui lingkungan.” Seorang filosof Inggris abad ke-17, John Locke (1632-1704) menyatakan bahwa pengalaman dan lingkungan mempengaruhi perkembangan anak. Konsep ini sering dikenal dengan istilah Tabularasa (blank slate). Artinya anak ketika dilahirkan adalah ibarat secarik kertas yang masih kosong, dimana bentuk dan corak kertas tersebut nantinya sangat ditentukan oleh bagaimana kertas itu ditulisi. Jika lingkungan anak positif, maka ia akan berkembang dengan baik. Begitu juga sebaliknya, jika lingkungan anak negative, maka ia akan berkembang kea rah yang buruk. “Anak indigo khan umumnya menentang otoritas, jika lingkungan tetap memaksanya, ia akan frustasi,” tambah Edi. Selain pengaruh lingkungan, ada beberapa keterampilan hidup yang penting dalam mengelola kecerdasan anak indigo, diantaranya: imajinasi, mendengarkan, daya ingat, napas, pertimbangan, intuisi, perhatian, serta konsentrasi. (Barbara; 2005)
Saat ini, kontroversi mengenai indigo masih hangat diperbincangkan. Demikian pernyataan yang disampaikan Edi, dosen psikologi UNIKA Soegijapranata di sela-sela wawancara. Lebih lanjut beliau mengemukakan beberapa alasan, diantaranya: dari perspektif medis di Indonesia yang dikemukakan oleh dr. Soewadi, dokter di RS Sardjito Yogyakarta bahwa indigo merupakan kelainan otak. “Selain itu dari psikologi konvensional, konsep indigo belum bisa diterima,”tambah beliau.
Indigo bukanlah suatu cap untuk membatasi ruang gerak seseorang. Anak indigo tidak perlu diperlakukan secara istimewa, meskipun orang tua harus melakukan pengawasan secara intensif. Drs Wahib, dosen psiologi IAIN Walisongo mengatakan, “Anak indigo itu ya normal, diperlakukan biasa ajalah, ya sekolah kaya’ biasa” Berbeda dengan Edi yang menyatakan “Kalau bisa ya ada sekolah khusus indigo, kaya’ di Amerika ada Indigo Child Institute.” Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa anak indigo harus mendapat ruang tersendiri agar nantinya ia bisa berkembang. Dalam hal ini pendidikan informal sangat dibutuhkan untuk memahami anak indigo, karena keluarga sebagai tempat awal berkomunikasi yang efektif. Orang tua harus berpartisipasi aktif, seperti saling berdiskusi sebelum melakukan sesuatu dan mengenal potensi anak lebih jauh sehingga anak indigo dapat tumbuh dengan baik.
AURA & INDIGO
Aura secara umum adalah sebuah getaran energi yg menyelebungi seluruh tubuh manusia. Kalau dibayangkan, aura seperti lapisan atmosfer yang menyelimuti tubuh manusia. Aura pun berlapis-lapis. Secara umum dikenal ada lapisan astral,mental,dan spiritual. Anak indigo adalah anak yang memiliki aura dominan indigo biru keunguan.
Untuk mengetahui apa warna sinar elektromagnetik yang dikenal sebagai aura, kini orang tidak perlu menunggu sampai mempunyai kemampuan ESP (Ektra Sensory Perception) yang dikenal juga dengan istilah "mata ketiga". Di Jakarta sudah ada mesin foto aura generasi akhir yang disebut Aura Video Station.
10 CIRI ANAK INDIGO (Jan Tobler;di pengantar buku The Care and Feeding of Indigo Children)
Virtue (dalam Carrol dan Tober, 1999) menyatakan bahwa anak indigo memiliki kecerdasan yang tinggi,
namun dengan kreativitas yang terhambat.
Berikut ciri-ciri anak berbakat yang Indigo :
1. Memiliki sensitivitas tinggi
2. Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebih-lebihan
3. Mudah sekali bosan
4. Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis
5. Memiliki gaya belajar tertentu
6. Mudah frustrasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya
7. Suka bereksplorasi
8. Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya
9. Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain.
10. Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.
10 ATRIBUT ANAK INDIGO ( Carol dan Tober)
anak-anak Indigo memiliki :
1. Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi.
2. Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.
3. Mereka menganggap bahwa dirinya bukanlah yang utama; seringkali menyampaikan jati dirinya kepada orang tuanya.
4. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan
5. Mereka enggan melakukan hal yang tidak pasti, seperti menunggu.
6. Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.
7. Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah,
sehingga menimbulkan kesan 'non konformistis' terhadap sistem yang berlaku
8. Mereka tampak anti sosial dan terasing kecuali berada dalam lingkungan sesama indigo.
Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi.
9. Mereka tidak akan menanggapi disiplin yang salah.
10. Mereka tidak sungkan untuk meminta apa yang dibutuhkannya
TIPE ANAK INDIGO
Ada 4 macam anak indigo (Nancy Tappe, dalam Carrol dan Tober, 1999) :
Humanis
Anak indigo tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir mereka di masa datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku yang menonjol saat ini adalah hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat yang kokoh.
Konseptual
Anak indigo tipe ini lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir mereka di masa depan adalah sebagai arstiek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku yang menonjol adalah suka mengontrol perilaku orang lain.
Artis
Anak indigo tipe ini menyukai pekerjaan di bidang seni. Perilaku yang menonjol adalah sensitif, dan kreatif.
Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat mereka terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.
Interdimensional.
Anak indigo tipe ini di masa yang akan datang akan menjadi seorang filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun kepada mereka karena mereka sudah mengetahuinya.




Apakah memiliki tenaga dalam, talenta bisa merasakan keberadaan roh halus adalah termasuk kelebihan anak indigo
BalasHapus