Bagiku,bergadang menggali tambang-tambang ilmu, lebih nikmat dari melihat sang biduanita dan mendengarkan nyanyian-nya, sempoyongan mabuk me...
Bagiku,bergadang menggali tambang-tambang ilmu,
lebih nikmat dari melihat sang biduanita dan mendengarkan nyanyian-nya,
sempoyongan mabuk mengurai masalah yang pelik,
lebih lezat dan lebih enak daripada mengenggam cawan minuman,
Gesekan penaku di atas lembar-lembar kertas,
lebih merdu darìpada tembang-tembang cinta dan asmara.
Tabuhan tanganku di atas kertas untuk menghilangkan pasirnya,
Lebih menggairahkan daripada genderang sang gadis direbananya.
Wahai oran yang menginginkan martabatku dengan berangan-angan,
Betapa beda orang yang di puncak dengan yang di dasar tangga.
Apakah aku bergadang sepanjang malam sementara kau nyenyak terlelap,
lalu kau berhasrat pagi hari ada di belakangku?.
(Abu al-Qasim az-Zamakhsyari,seorang pakar bahasa arab)
lebih nikmat dari melihat sang biduanita dan mendengarkan nyanyian-nya,
sempoyongan mabuk mengurai masalah yang pelik,
lebih lezat dan lebih enak daripada mengenggam cawan minuman,
Gesekan penaku di atas lembar-lembar kertas,
lebih merdu darìpada tembang-tembang cinta dan asmara.
Tabuhan tanganku di atas kertas untuk menghilangkan pasirnya,
Lebih menggairahkan daripada genderang sang gadis direbananya.
Wahai oran yang menginginkan martabatku dengan berangan-angan,
Betapa beda orang yang di puncak dengan yang di dasar tangga.
Apakah aku bergadang sepanjang malam sementara kau nyenyak terlelap,
lalu kau berhasrat pagi hari ada di belakangku?.
(Abu al-Qasim az-Zamakhsyari,seorang pakar bahasa arab)
COMMENTS