Pemuda-pemudi laksana bintang di langit, memiliki mutiara keindahan yang bercahaya, namun jarang yang bersedia memahaminya,.. Hingga akhi...
Pemuda-pemudi laksana bintang di langit,
memiliki mutiara keindahan yang bercahaya,
namun jarang yang bersedia memahaminya,..
Hingga akhirnya jadilah mereka layaknya
meteor-meteorbeterbangan yang keadaanya hancur
dan tak tersisa selain abu-abu yang kering,..
menyesal di masa tua dan hanya sedikit yang tetap
bersinar penuh kemilau di langit yang tinggi,..
memiliki mutiara keindahan yang bercahaya,
namun jarang yang bersedia memahaminya,..
Hingga akhirnya jadilah mereka layaknya
meteor-meteorbeterbangan yang keadaanya hancur
dan tak tersisa selain abu-abu yang kering,..
menyesal di masa tua dan hanya sedikit yang tetap
bersinar penuh kemilau di langit yang tinggi,..
Bintang-bintang di langit tetap bersinar,
Rembulan senantiasa tersenyum,
Matahari terus bercahaya tak bosan tuk menghangatkan,
planet-planet tetap berputar pada porosnya menghiasi angkasa
dan langit tegak memayungi,..
Namun kebanyakan dari kita terus-menerus memandang awan
gelap nan kelabu yang sedang memayungi,
Terus berprasangka tentang gelapnya arak-arakan awan,..
ada apa denganmu hai tukang mengeluh?
Sadarkah kau Tuhanmu tengah memperhatikanmu?
Bukankah hari ini masih ada udara yang sejuk yang dapat kau hirup?
Bukankah hari ini masih ada sesuap nasi untuk kau makan,masih ada air segar untuk kau reguk?
Tak tahukah kau,banyak orang yang mencintaimu?
Tidakkah kau mengerti masih ada yang jauh lebih menderita daripada dirimu?
Berhentilah memandang awan kelabu,
ingatlah di atas awan masih ada langit dan semua sahabatnya yang senantiasa
memberikan kebaikannya yaitu; sinar terang, senyuman dan rasa aman.
Ingatlah selalu,..
awan itu hanya lewat,hanya mampir,ia tidak tinggal di atas sana melainkan hanya sebentar waktu atau sekejap saja di banding langit beserta semua sahabatnya,..
sadarlah awan bukanlah langit!!
artinya ; kesedihan ,kegundahan dan penderitaan itu hanya sebentar saja ,
seperti awan yang akan segera berlalu,..
awan tidak menggantikan langit hanya menghalangi pandangan kedua mata saja,
jadi dibalik awan selalu ada hamparan langit biru yang sangat luas,
lalu mengapa secuil awan dapat menutupi luasnya langit biru yang tegak memayungi?
karena kebanyakan hanya memandang dengan kedua mata tidak disertai mata hati,
kebanyakan tidak bersedia berpikir kecuali dengan pikiran yang sempit,
hanya memandang satu sisi,...
maka yang nampak hanyalah sebatas apa yang ada di depan kedua mata,
bila kita renungi maka diri kita inipun tidak sanggup ditatap oleh kedua mata kita,
melainkan melalui cermin,
lalu apa yang menghalangimu untuk menatap dengan mata hati?
Jawabannya mungkin,.ketidak bersediaan untuk memahami bahwa sebenarnya manusia
adalah makhluq paling mulia dan diri kita adalah bagiannya,..
Karena sepantasnya tidak ada yang dilakukan oleh makhluq paling mulia selain
mengerjakan hal-hal yang mulia,Hal-hal yang mulia itu adalah kebaikan-kebaikan beserta pirantinya,
dan yang paling mulia adalah keikhlasan,..
Kesimpulannya ; rasa syukur dan terima kasih harus kita alirkan terus-menerus kehadiratNya,
karena kita telah diberi kesempatan untuk menjadi makhluq paling mulia,
rasa terima-kasih kepada mereka,semua hal yang telah mengajari dan memberikan kepada kita kebaikan-kebaikan,..
Dan kesabaran harus senantiasa kita rawat,
karena kesadaran bahwa awan-awan kelabu hanya lewat saja,
dan itupun bukan suatu keburukan melainkan sebuah kebaikan yaitu curah hujan yang datang
bersamanya,serta indah pelangi yang datang setelahnya,..
jadi dimana-mana ada kebaikan dan keindahan,selalu ada kebahagiaan dan senyuman yang tulus
lalu mengapa ,entah dengan alasan apa harus memilih duka lara sebagai cara untuk mengisi
detik detik waktu dalam kehidupan ini?
Bukankah itu sesuatu yang sia-sia?
maka dari itu apapun keasedihan dan kesusahan anda yakinlah "Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan," "beserta kesulitan ada kemudahan",..
Bukan hanya satu kemudahan akan tetapi dua,Bersama satu kesulitan ada dua kemudahan,menakjubkan bukan?
Bukalah mata anda lebih lebar pandanglah dengan tajam kehidupan ini,
ulurkan tangan anda untuk kebaikan-kebaikan,
Jaga kaki anda agar tetap hangat tetap melangkah di dalam kebaikan-kebaikan,
Perhatikan pikiran anda agar selalu berpikir yang baik-baik,berpikir positif,..
Kendalikan emosi anda agar terarah dan mengenai tujuan,
tenangkan jiwa anda ,karna dalam ketenangan anda dapat melakukan lebih banyak hal,
jernihkan hati anda,karena hati yang jernih dapat membedakan yang terbaik di antara dua kebaikan,dan hati yang jernih memiliki keunikan yang hanya bisa dirasakan pemiliknya,...
Hiduplah dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan,maka akan anda temui lebih banyak hal-hal yang menakjubkan,...
COMMENTS