Seandainya burung punya tangan, akankah ia menulis untuk anak-anaknya tentang pelajaran terbang? Tentang bagaimana mengepakkan sayap, menelu...
Seandainya burung punya tangan, akankah ia menulis untuk anak-anaknya tentang pelajaran terbang? Tentang bagaimana mengepakkan sayap, menelusuri angin, atau menukik berkelok-kelok? Pasti tidak. Bahkan tak perlu. Sebab, manusia pun tak banyak menggunakan kata untuk melukiskan sesuatu. Tak perlu seorang penari menulis bagaimana sebuah tarian pantas dilenggokkan. Tak usah seorang pemahat menulis bagaimana sebuah bongkah kayu harus diukir. Tak cukup kata untuk mengungkapkan semua itu. Karena, yang dibutuhkan adalah contoh nyata - teladan - yang dapat disentuh, dirasa, dan kasat mata.
Tak habis orang menulis bertebal-tebal kitab untuk mengungkapkan: "bagaimanakah menjadi seorang pemimpin yang baik." Betapa terbatasnya kata, bahkan untuk sebuah yang "baik" pun takkan pernah cukup untuk melukiskannya. Itulah mengapa pemimpin yang baik tak berada di balik kata, melainkan menjadi sebuah teladan - contoh nyata - yang dapat disentuh, dirasa, dan kasat mata.
Tak habis orang menulis bertebal-tebal kitab untuk mengungkapkan: "bagaimanakah menjadi seorang pemimpin yang baik." Betapa terbatasnya kata, bahkan untuk sebuah yang "baik" pun takkan pernah cukup untuk melukiskannya. Itulah mengapa pemimpin yang baik tak berada di balik kata, melainkan menjadi sebuah teladan - contoh nyata - yang dapat disentuh, dirasa, dan kasat mata.
COMMENTS